3 Dosa IMF dalam Kasus Korupsi BLBI

2 May 2017

Rizal Ramli, mantan menteri yang terkenal dengan jurus kepretnya ini, kemaren dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia sama sekali tidak menyandang kasus tersangka korupsi. Kali ini, ia datang sebagai saksi dalam kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia dianggap sebagai sosok yang tahu dan paham dengan mekanisme pegambilan kebijakan soal BLBI ini.


Dalam hal ini, Rizal Ramli menegaskan bahwa kasus BLBI merupakan dampak dari rekomendasi IMF terhadap Indonesia. Dalam pandangannya, ada 3 hal dari intervensi IMF ini yang mengacau-balauka ekonomi Indonesia.
1-IMF sarankan tingkat bunga bank dari 18% rata-rata dinaikkan menjadi 80% sehingga banyak perusahaan yang sehat pada bangkrut.
2-IMF perintahkan supaya ditutup 16 bank kecil-kecil.
Rizal Ramli menjelaskan, sebagaimana dikutip dari situs Kontan, “Tahun 1998. Tapi begitu bank kecil ditutup rakyat tidak percaya pada semua bank di Indonesia, apalagi bank swasta. Pada mau narik uangnya, rush, dari bank-bank besar seperti BCA, Danamaon. Bank ini nyaris bangkrut, collapse. Akhirnya pemerintah terpaksa nyuntik BLBI senilai US$ 80 milyar. Ini termasuk penyelamatan bank terbesar di dunia.”
3-soal dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 74%. Dua hari sebelum kebijakan tersebut diteken pemerintahan Soeharto, Rizal mengaku bertemu dengan Direktur IMF untuk Asia-Pasifik, Hubert Neiss di Hotel Grand Hyaat. Rizal menceritakan, Hubert memprediksi rekomendasi IMF soal kenaikan BBM tidak akan berdampak besar. Namun, prediksi itu salah. Ternyata setelah kenaikan harga BBM terjadi kerusuhan di Makassar, kemudian di Solo dan di Jakarta.

Dan itulah sadisnya IMF. Pertanyaanya sekarang, akankah bangsa kita ini masih saja berlutut dan dikangkangi oleh IMF, yang jelas-jelas menghancurkan ekonomi negara?

[Pakih Sati]
http://frameislami.blogdetik.com/


TAGS ekonomi


#Komentar Non Aktif Sementara. Mohon Maaf
-

Search