Tugas Pemerintah adalah Mensejahterakan Rakyatnya

5 Jun 2017

“Keberadaan negara itu adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mendapatkan makanan, pakaian, tempat tinggal, menjaga jiwa. Dan semua inilah yang mendorong adanya sistem dalam masyarakat insani.” (Ibn Khaldun dalam Muqaddimahnya)

Negara itu dibentuk bukan tanpa tujuan. Ada tujuan dan misi yang harus dijalankan. Dan tentunya, semua itu bermuara untuk kepentingan rakyat. Kemudian sebagai konvensasi kerja yang dijalankan oleh orang-orang yang terlibat dalam pemerintahan, maka mereka berhak mendapatkan gaji dari Negara, yang uangnya juga berhulu dari rakyat.  Artinya, orang-orang yang berstatus sebagai pegawai pemerintah, hakikatnya mereka mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada majikannya, yang dalam hal ini adalah rakyat. Posisi mereka adalah abdi, yang siap memberikan pelayanan terbaik buat majikannya, bukan dilayani layaknya raja.  

Ketika pekerjaan ini tidak dijalankannya dengan sebaik-baiknya, dengan hanya mengedepankan kepentingan kelompok dan golongan, maka itu artinya mereka sudah makan gaji buta. Lebih dari itu, mereka juga melakukan kezhaliman, sebab uang yang mereka dapatkan itu yang lazim disebut sebagai gaji, memaksa rakyat yang membayarkannya untuk hidup di bawah standar kemakmuran.

Jikalau direnungkan, kesejahteraan itu terasa mahal oleh rakyat. Kalau pun ada yang merasakannya, maka itu hanya didapatkan “secuil” masyarakat saja, yang memiliki jabatan tinggi. Sedangkan untuk rakyat kecil, kehidupan mereka semakin hari semakin terhimpit berbagai kebutuhan, baik berkaitan dengan kebutuhan harian maupun pendidikan.

Logika rakyat biasa adalah logika “kenyang” dan logika kesejahteraan. Jikalau mereka sejahtera dan mendapatkan haknya, maka mereka akan diam. Dan jikalau yang terjadi sebaliknya, maka mereka akan memberontak dan berusaha mendapatkan haknya yang terzhalimi. Maka, pemeritahan yang sukses adalah pemerintahan yang mampu mensejahterakan rakyatnya dan menjamin tidak ada satu pun rakyatnya yang kelaparan.

Harapan mereka kecil saja sebenarnya; bisa menikmati hidup dengan bahagia. Jikalau mau makan, maka ada makanan yang akan disantap. Jikalau mau minum, maka ada air yang akan ditenggak. Jikalau mau istirahat, maka ada rumah yang akan dijadikan tempat berteduh. Dan jikalau mau berjalan-jalan, maka ada keamanan yang menjamin kenyamannya. Dalam konteks keislaman, inilah yang disebutkan dalam salah satu hadis Rasulullah Saw, “Barangsiapa yang berada di pagi hari dengan kondisi aman, badan yang sehat, dan memiliki makanan untuk seharian, maka seakan-akan diberikan kepadanya dunia dan seisinya.”

Tabik
Pakih Sati


TAGS umum


#Komentar Non Aktif Sementara. Mohon Maaf
-

Search