Antara ISIS dan Israel

23 Jun 2017

Terlalu banyak masalah di Timur-Tengah ini, seakan-akan wilayahnya tidak pernah mencapai titik kestabilan. Politik dan keamanan selalu mengalami gejolak. Kemudian militer yang selalu “ikut campur” dalam urusan yang seharusnya tidak disentuhnya. Dan di antara yang sering menimbulkan gejolak dalam batas teritorial wilayah adalah Islamic State Of Iraq dan Sham (ISIS) dan Israel.  
ISIS menjadikan Suriah dan Iraq sebagai pusat gerakannya, dan Israel menjadikan Palestina sebagai markas “lahan” garapannya. ISIS sekarang sedang sibuk mempertahannya wilayahnya dari gempuran Phasmerga yang dibantu oleh pasukan Koalisi pimpinan USA. Dan di saat yang sama, Israel “tertatih-tatih” menghadapi serangan rakyat Palestina, yang kadangkala hanya bersenjatakan batu belaka.
Jikalau direnungkan, ada beberapa simpul beda warna di antara ISIS dan Israel ini. Saya tidak mengatakan keduanya sama. Tidak, itu sangat jauh sekali. Dan inilah yang akan dilihat dan disorot dalam tulisan ini.
Pertama, idealogi. Keduanya sama-sama memiliki idealogi ektrim yang berlandaskan kelompok dan parsial. Israel menganut idealogi Yahudi ekstrim yang sebenarnya jauh dari ajaran yang diajarkan oleh Nabi Musa alaihissalam. Mereka menganggap orang-orang yang berada di luar mereka adalah bangsa rendah, yang layak dijadikan himar (keledai).
Sedangkan ISIS menganut idealogi Islam garis keras, yang dalam kajian Islam lebih dekat dengan Khawarij, sebagaimana dijelaskan oleh banyak ulama. Itulah sebabnya mengapa mereka dengan mudah menumpahkan darah kaum muslimin lainnya yang tidak berada dalam barisan mereka.
Cobalah perhatikan berapa banyak korban warga palestina yang sudah berjatuhan. Banyak, dan jumlahnya luar bisa. Kemudian silahkan dilihat juga jiwa yang sudah meradang nyawa di tangan ISIS. Tidak sedikit juga ternyata. Darah terlalu murah harganya di hadapan keduanya.  
Kedua, Negara. Keduanya sama-sama memiliki Negara yang mengusung idealogi yang diyakininya, dan tidak jelas batasnya sama sekali. Cobalah perhatikan Israel, yang negaranya dinamakan dengan Negara Israel. Wilayah yang ditempatinya sekarang ini adalah wilayah yang aslinya dicaplok dari Palestina. Dan wilayah itu tidak akan stagnan. Ia akan bertambah terus sampai waktu yang tidak ditentukan, yaitu sampai terbentuknya Israel Raya.
ISIS pun demikian, mereka adalah Negara yang mengusung ideologi “Islam” yang mereka yakini. Batasannya tidak jelas. Sebab, mereka akan terus melakukan ekspansi sampai seluruh dunia berada dalam kekuasaan mereka.
Ketiga, Penduduk. Baik Israel maupun ISIS, penduduk yang menghuni negaranya bukanlah penduduk asli wilayah tersebut saja. Cobalah lihat Israel, penduduknya adalah para pendatang yang beragama Yahudi dan berdarah Yahudi, yang datang dari segala penjuru dunia, baik dari Eropa maupun selainnya. Ada warga asli Palestina yang tinggal disana, namun sedikit dan selalu mendapatkan intimidasi dari warga Yahudi. Mereka ibarat pendatang gelap di Negara sendiri.
Sedangkan ISIS, penduduk yang mendiaminya wilayahnya juga banyak dari para pendatang dari segala penjuru negeri Islam. Ada yang dari kawasan Arab sendiri, Afrika, dan ada juga yang dari Asia. Ketika mereka berpindah kesana, tentu pada awalnya mereka berharap bisa hidup di bawah naungan negera “Islam”. Walaupun, setelah itu banyak yang ingin keluar setelah mendapati kenyataan sebenarnya, namun tidak bisa melakukannya.  
Keempat, kekuatan militer. Keduanya sama-sama memiliki kekuatan militer, yang dijadikan ujung tombak untuk mencapai “hasrat” yang mereka inginkan. Tentara Israel memerangi warga Palestina, yang sebenarnya seringkali tidak berimbang dalam hal persenjataan. Sedangkan tentara ISIS menjadi ujung tombak negaranya untuk berperang melawan pasukan Basyar al-Assad dan orang-orang yang tidak berada dalam barisan mereka.
Kelima, kekuatan ekonomi. Keduanya sama-sama memiliki kekuatan ekonomi. Jikalau Israel, maka ekonominya bisa dibilang cukup kuat. Sebab, selain mendapatkan penghasilan dari usaha dalam Negeri, yang sebagiannya juga di eskpor ke luar negeri dan dipakai banyak Negara Arab, mereka juga mendapatkan bantuan dana dari para pengusaha Yahudi yang banyak di antaranya sudah sukses di berbagai Negara di dunia.
Sedangkan ISIS, sampai saat ini kekuatan ekonominya adalah penjualan minyak dengan harga yang murah. Inilah yang menopang ekonominya dan membiayai perang yang sedang mereka gencarkan.

Perbedaan Mencolok?
Selain perbedaan agama di antara keduanya, yang mana satunya mengklaim dirinya berlandaskan agama Yahudi dan satu lagi mengklaim dirinya berlandaskan agama Islam, maka perbedaan lainnya adalah pengakuan. Jikalau Israel, banyak Negara yang sudah mengakuinya. Ada yang menolak, namun itu tidak seberapa. Bahkan, beberapa Negara Arab yang seharusnya menolak malah memberikan dukungan dan menjalin berbagai kerjasama. Sedangkan ISIS sebaliknya, tidak ada satu Negara pun yang mengakuinya, baik dari Negara Islam maupun yang lainnya.  
Dan lebih dari itu, ketika USA mengajak Negara-negara Arab untuk membantu memerangi ISIS, maka semuanya lansung menyahut dan memberikan bantuan militer. Dan ketika rakyat Palestina menjerit memohon pertolongan dari kezhaliman Israel, Negara-negara Arab hanya acuh dan menutup telinga mereka.
Dan point terakhir, jikalau Israel berperang menghadapi satu Negara saja (Palestina) dengan menggunakan persenjataan canggih, kemudian tidak kunjung berhasil mengalahkannya karena perlawanan yang sengit dari rakyatnya dengan persenjataan yang terbatas, maka ISIS menghadapi gempuran banyak Negara dalam payung pasukan koalisi pimpinan USA. Dan, mereka masih mampu bertahan, bahkan mungkin membuat pasukan koalisi kewalahan. Ya salaam.

Tabik
Pakih Sati


TAGS umum


Sahabat Sekalian... Komentar Non Aktif Sementara... Mohon Maaf... Jikalau Ada yang Perlu atau Penting Dikomentari, Silahkan email ke: denisarifandips@gmail.com atau WA: 081382088702. Hanya WA Saja ya...
-

Search