Indonesia Bukan Negara Islam Bukan Negara Kafir, Lalu?

14 Jul 2017

Menarik yang disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin ketika mendeklarasikan Majelis Dzikir Hubbul Wathon dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017, bahwa Indonesia adalah Negara Perjanjian (Dar al-’Ahdi). Dalam artian Bukan Negara Islam, dan bukan pula Negara Kafir. Negara perjanjian itu adalah janji antara penduduk negeri yang terdiri dari berbagai suka bangsa dan berbagai agama untuk duduk bersama, saling hidup bersama berdampingan, menjalani kehidupan yang damai.

Apa itu Negara Islam dan Apa itu Negara Kafir?
Sebuah Negara akan disebut Negara Islam, itu lihat dari hukum yang diterapkan. Jikalau yag diterapkan adalah hukum Islam, maka ia adalah Negara Islam, walaupun sebagian besar penduduknya bukanlah penganut Islam. Sebaliknya, jikalau hukum yang diterapkan adalah Hukum Non Islam, walaupun mayoritas penduduknya adalah muslim, maka ia tidak bisa disebut Negara Islam.

Bagaimana dengan Indonesia?
Jikalau Indonesia dikatakan Negara Islam, tidak tepat juga karena konstitusinya tidak berdasarkan Syariah Islam 100 %. Kalau disebut Negara kafir, juga tidak bisa. Sebab jikalau merujuk Pancasila, di sila pertama itu sudah jelas bahwa dasar pertama Negara ini adalah Ketuhanan yang Maha Esa, yang artinya adalah agama ada di dalamnya dan menjadi dasarnya. Maka, kita bisa melihat ada sebagian hukum di Negara ini, hukum yang dipakai adalah Syariah Islam, terutama bagi penganut agama Islam yang mayoritas di Negara ini, seperti Hukum Pernikahan dan selainnya.

Kalau dilihat lebih dalam lagi, semua sila dalam pancasila itu bersesuaian dengan Islam. Tidak ada yang bertentangan. Maka, apapun namanya, kita harus merawat Indonesia ini dengan baik. Semua harus terayomi dengan baik. Jangan sampai ada Minoritas terzalimi, sebagaimana juga tidak boleh Mayoritas dikerdilkan. Semua harus mengambil peranannya masing-masing demi kemajuan bangsa. Minoritas juga jangan sampai menjadi tirani seolah-olah selalu terzalimi, Mayoritas juga jangan angkuh dan merasa kuasa kemudian bertindakan semena-mena. Semuanya sama dalam naungan NKRI.

[Pakih Sati]


TAGS umum


Sahabat Sekalian... Komentar Non Aktif Sementara... Mohon Maaf... Jikalau Ada yang Perlu atau Penting Dikomentari, Silahkan email ke: denisarifandips@gmail.com atau WA: 081382088702. Hanya WA Saja ya...
-

Search