#MERDEKA. Membuka Logika di Tengah PenDEWAan Para Politikus Bangsa

3 Aug 2017

Indonesia itu kita. Kitalah yang harus merawatnya. Kitalah yang harus menjaganya. Antara anak bangsa yang satu dengan yang lainnya, harus saling tolong menolong dan bantu membantu. Jangan sampai ada yang menjatuhkan dan merendahkan yang lainnya. Suku boleh beda, agama boleh tidak sama, namun persaudaraan sesama manusia Indonesia tetap harus dijaga.

Indonesia itu kita, bukan milik para politikus dan para pejabat. Makanya,  Jangan kita mendewakan mereka. Jangan mendewakan Jokowi, jangan mendewakan Prabowo, jangan mendewakan SBY, jangan mendewakan Ulama, jangan mendewakan Pendeta, Jangan mendewakan para agamawan. Siapapun orangnya, jangan didewakan.

Terus?
Tempatkanlah mereka sebagai manusia, yang bisa salah dan bisa benar. Tidak usah suka dan mencinta yang berlebih. Sebab, hal itu akan membuat kita cinta buta dan buta logika. Jikalau sudah begitu, maka kita akan membelanya mati-matian, baik benar manusia salah.

Itu tidak benar…
Jikalau pemimpin itu salah, kemudian ada yang mengkritik, ya terima saja jikalau baik. Jangan marah. Jikalau ia benar, walaupun kita tidak suka karena beda pandangan politik, maka akui dan berikan dukungan.

Itulah kewarasan hidup di tengah hiruk pikuk politik berbangsa…

Moment bulan AGustus ini, bulan kemerdekaan, kita harus menegaskan lagi bahwa Indonesia ini adalah kita, bukan milik pribadi atau pejabata negara atau partai politik. Kitalah yang memilih mereka, maka kita juga yang harus bertanggungjawab dengan pilihan kita.

Jangan terlalu banyak mencela, sebagaimana jangan juga terlalu banyak mencinta. Sederhana saja, agar logika kita tidak buta.

Tabik
Pakih Sati


TAGS umum


Sahabat Sekalian... Komentar Non Aktif Sementara... Mohon Maaf... Jikalau Ada yang Perlu atau Penting Dikomentari, Silahkan email ke: denisarifandips@gmail.com atau WA: 081382088702. Hanya WA Saja ya...
-

Search