Dibalik Viralnya Foto Ahok Berenang di Pantai, Ada Apa Sesungguhnya?

8 Aug 2017

Beberapa hari yang lalu, di beranda Media Sosial saya, baik Facebook maupun Twitter, berlalu-lalanglah sebuah photo yang memperlihatkan Basuki Tjahadja Purnama atau Ahok sedang berenang di sebuah pantai. Viral sekali. Awalnya, photo tersebut duunggah di akun Twitter @ICM212, Kamis (3/8/2017).

Tidak perlu ditanya lagi, hal itu jelas menimbulkan kontroversi hebat di kalangan Netizen. Beragam komentar “pedas” bermunculan, saling timpuk-menimpuk antara yang satu dengan yang lainnya. Masalahnya,  saat ini Ahok sedang dipenjara di Mako Brimob atas kasus penistaan agama. Lha, kok bisa-bisanya berenang di sebuah pantai? Photo itu diframe dengan caption: “Penjara model baru.. ada kolam renang alamnya.”

Photo ini bermain di tengah gelombang emosi Netizen, dibagikan kesana dan kemari, ke grup-grup media sosial, kemudian sejumlah situs “abal-abal” juga share dengan judul yang “Sadis”. Namun ternyata oh ternyata, photo Ahok yang sedang berenang itu adalah photo lawas di tahun 2014. Kala itu Ahok masih berstatus sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ahok memanfaatkan akhir pekannya saat itu untuk berlibur di Belitung. Suami Veronica Tan itu mendatangi dan berenang di pantai pribadinya di Bukit Batu, Manggar, Belitung Timur, Sabtu (15/2/2014).

Apa yang Anda tangkap dari Viralnya Photo lawas Ahok ini?

Pertama…
Panasnya suasana pilkada DKI Jakarta masih saja bergelora di tengah kita. Sehingga, ketika kita mendengar kabar Ahok yang tidak mengenakkan, kita lansung kebakaran jenggot tanpa tabayyun atau klarifikasi terlebih dahulu. Pilkada itu sudah selesai, kasus penistaan agama juga sudah usai, kenapa masih ada hawa panas bersarang di kepala kita? Tenangkanlah amarah kita, rasa benci kita. Sebab, jikalau keduanya masih bertahta di kepala, maka akal yang normal susah untuk berjalan sebagaimana harusnya. Mana ada orang yang dipenuhi rasa benci atau rasa suka berpikir dengan normal? Emosi yang menguasainya.

Kedua…
Kita masih saja terbiasa dengan sikap tergesa-gesa… Tidak suka klarifikasi… Jikalau sikap ini masih ada bersemayam di dalam diri kita, maka jalan untuk adu domba itu gampang saja.. Akan ada pihak-pihak yang bermain dengan sikap buruk kita ini… bisa saja ia berikan atau sebarkan sebuah photo atau video yang sifatnya sensitif, kemudian massa akan bergejolak, kemudian berbuah rusuh. Ini yang tidak kita inginkan. Kita berharap budaya Tabayyun atau Klarifikasi ini kita jaga dengan baik-baik. Apalagi di tengah arus informasi yang begitu deras… harus pintar memilih dan memilah mana yang benar dan mana yang salah.

Ketiga…
Hilangnya kepercayaan sebagian besar masyarakat kepada pihak Kepolisian.
Kok bisa?
Jikalau masyarakat memiliki rasa kepercayaan yang bagus kepada pihak kepolisian, maka Netizen tidak akan heboh dengan photo ini. Ketika melihat photonya, mereka akan lansung berprasangka: “Mana mungkin Ahok keluar dari Mako Brimob, kan ada kepolisian yang menjaga.”
Nyatanya, tidak begitu…
Jikalau ada yang berkasus, kemudian bisa berkeliaran bebas, maka banyak masyarakat yang sudah maklum. Dalam pikirannya, kalau sama kepolisian mah, biasa begitu. Ini nyata. Kita tidak menuding polisi. Ini menjadi pelajaran bagi polisi bahwa mereka benar-benar harus berbuat untuk rakyat Indonesia, untuk kebenaran. Jangan sampai kepolisian sampai kehilangan kepercayaan rakyat. Kita selalu mendoakan dan mengharapkan kebaikan buat kepolisian. Dan kita selalu apresiasi usaha-usaha untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang sudah banyak dilakukan pihak kepolisian. Bravo buat kepolisian.

Nah, itu pandanga saya. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan ibrah dan pelajaran.

Tabik
Pakih Sati


TAGS umum


Sahabat Sekalian... Komentar Non Aktif Sementara... Mohon Maaf... Jikalau Ada yang Perlu atau Penting Dikomentari, Silahkan email ke: denisarifandips@gmail.com atau WA: 081382088702. Hanya WA Saja ya...
-

Search