Blogger Detik Naik “Kelas” ke Detik.Com. Mau Ga?

12 Aug 2017

Dalam hal apapun, naik tingkat itu penting. Dalam bekerja, misalnya, jikalau posisi yang Anda jabat, itu-itu saja, maka saya sarankan Anda untuk segera resign saja. Sebab, itu artinya Anda sudah gagal dalam berkarir di dunia yang Anda jalani saat ini. Carilah kerja yang sesuai dengan potensi Anda. Jangan mau terkunkung dalam suatu rutinitas yang Anda tidak menikmatinya.

Dunia menulis di blog juga begitu. Kita juga harus ada peningkatan. Jikalau kita begitu-begitu saja, maka kita harus segera melakukan suatu perubahan fundamental agar kita sukses dalam Ngebolg. Jikalau kita sudah Ngeblog puluhan tahun, namun tulisan yang kita tulis, tidak ada yang membacanya kecuali kita sendiri, itu artinya ada masalah dengan tulisan kita. Bisa jadi, tidak menarik sama sekali?
Jangan sombong pula. Segera bergerak perbaiki diri, perbaiki kwalitas tulisan agar tulisan kita segera menjadi viral dan kita sebagai blogger juga naik kelas. Jangan stagnan. Kita menulis itu untuk dibaca, bukan disimpan saja. Kita menulis untuk menyampaikan opini dan berbagi manfaat.  

Alhamdulilah… sebagai blogger aktif di blogdetik, kemaren saya “resmi” naik kelas. hehe… Tulisan saya di blogdetik (baca: Merdeka itu, Ketika Tidak ada Klaim Paling Pancasila, Paling Indonesia), saya coba-coba untuk mengirimkannya di kanal OPINI detik.com, dan akhirnya dimuat. Silahkan klik: Disini
Itu prestasi bagi saya. Naik kelas sebagai blogger. Bagaimanapun detik.com adalah media online terbesar di Indonesia, yang follower di Twitternya saja mencapai 12 juta… Kalau tulisan kita dimuat di detik.com, itu artinya tulisan kita mendapatkan kesempatan untuk dibaca dengan jumlah pembaca yang besar. Dan ini adalah awal yang baik.

Mantap…

Siapa tahu… ini adalah awal yang baik, Insya ALlah. Siapa tahu setelahnya saya diminta jadi kontributor tetap di detik.com. Siapa tahu kan ya… Aminkan dunk! ^_^

Apa untungnya?

Pertama… Branding diri.
Ini yang pertama. Ketika tulisan kita dimuat website besar, itu artinya kita sedang memperkenalkan diri kita ke masyarakat banyak, terurama masyarakat online Ke depannya, orang akan mulai kenal dengan kita. “Oh si Anu, ia penulis tema ini dan ini, tulisan bagus dan menarik.” Begitu kira-kira.

Kedua… Imbalan alias fee alias honor
Ini yang kedua. Imbalan itu ga harus materi. Kebahagiaan juga. Ketika tulisan kita dibaca banyak orang, bisa memberikan manfaat, itulah imbalan hakiki. Jikalau uang, paling sehari habis. Tapi kalau manfaat, pahalanya bisa mengalir setelah kita meninggal sekalipun. Asalkan, yang kita tulis itu adalah kebaikan. Imbalan materi hanyalah bonus saja. Jikalau dapat, alhamdulillah. Jikalau tidak, jangan berhenti menulis. Imbalan hakiki yang merupakan imbalan paling mahal dan berharga, sudah Anda dapatkan.

Jadi…
Jikalau tulisan Anda ingin juga tampil di kanal opini detik.com, silahkan lansung kesini saja…. Jangan lupa sertakan photo terbaik Anda.

Tabik
Pakih Sati


TAGS umum


Sahabat Sekalian... Komentar Non Aktif Sementara... Mohon Maaf... Jikalau Ada yang Perlu atau Penting Dikomentari, Silahkan email ke: denisarifandips@gmail.com atau WA: 081382088702. Hanya WA Saja ya...
-

Search