Saracen & First Travel: Bisnis Syahwat Berbalut Agama

25 Aug 2017

Masih segar dalam ingatan, nama First Travel. Ada 70 ribu calon jemaah yang telah menyetorkan dana perjalanan umrah kepada First Travel atau setidaknya lebih Rp 1 triliun untuk pembayaran paket promo murah Rp 14,3 juta per orang. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah karena tidak sedikit calon jemah yang menyetorkan dana Rp25 juta per orang untuk paket reguler dan Rp 54 juta per orang untuk paket VIP. Dan sampai saat ini, ada 35 ribu jamaah yang belum diberangkatkan. Padahal, uang yang tersisa di rekening First Travel hanya 1 jutaan saja.

Sekarang, muncul lagi Saracen; sebuah kelompok yang kerjanya menyebarkan kebencian dan issu-issu SARA di Media Sosial. Bayangkan saja, ada 800 ribu akun Fb yang digunakan untuk membuzz dan memblow up issu-issu tertentu yang sedang dimainkan, sesuai dengan pesanan empunya. Nilainya tidak main-main, bisa dapat sampai 100 juta sekali kontrak.

Ada Persamaan di Antara Keduanya

Persamaannya, sama-sama memanfaatkan issu-issu agama dan SARA demi kepentingan bisnis. Itulah titik persamaannya. First Travel mempermainkan hasrat para jamaah yang ingin menunaikan ibadah umrah, dengan sengaja menawarkan harga murah agar mereka bisa memberangkatkan para jamaah ke Baitullah. Tapi nyatanya, itu hanya tipuan belaka. Uang triliyunan yang didapatkannya, digunakan untuk kepentingan pribadi dan kesenangan syahwati semata.

Lihat juga Saracen. Mereka juga memanfaatkan emosi agama massa untuk kepentingan bisnis dan uang. Mereka menjual jasa dengan menjual issu-issu yang sensitif demi kepentingan pemesan. Nilainya juga tidak kalah hebatnya, apalagi di musim-musim yang penuh dengan pertarungan politik, issu-issu seperti itu sangat moncer sekali.

Demi Uang, Apapun Halal

Manusia-manusia yang bermain dalam bisnis ini adalah manusia-manusia yang mati nuraninya. Jikalau nuraninya masih hidup, mana mau mereka melakukan sesuatu yang akan merusak negaranya, merusak bangsanya. Namun yang namanya syahwat, jikalau sudah memuncak, maka semuanya akan kalap, tidak tahu lagi halal dan haram, baik dan buruk. Semuanya menjadi sama. Dalam pandangan hanya ada satu kata; uang… uang… uang..

Dan… Terkutuklah yang menggunakan nama Saracen untuk usaha “busuk” ini, sebab arti saracen itu sendiri, jikalau melihat kamus bahasa Inggris, Oxford Dictionary, “Saracen” adalah sebutan pada masa Perang Salib untuk “orang Arab atau orang Islam”. Dan mereka, sekali lagi, menunggangi umat Islam untuk kepentingan “busuk” mereka.

Sadis…

Tabik
Pakih Sati


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search