Salut Buat Pemerintah! Freeport Deal Jual 51% Saham

29 Aug 2017

Hebat. Patut diacungkan jempol. Itulah yang bisa kita ungkapkan untuk keberhasilan pemerintah yang mampu menekan PT Freeport Indonesia untuk melakukan divestasi sahamnya hingga 51%.
Artinya apa?
Artinya, Indonesia atau pemerintah menjadi pemegang saham terbesar. Dan ke depannya kita berharap agar saham yang dimiliki pemerintah di Freeport terus bertambah dan bertambah.

Kita sebagai rakyat Indonesia, selama ini memang menginginkan hal itu. Agar Sumber Daya Alam di Indonesi, bisa lebih bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Selama ini yang terjadi justru sebaliknya. Pihak asing mengolah tanah Indonesia, uangnya untuk mereka. Kita seolah-olah hanya dikasih uang “tips” saja. Tidak seberapa. Rakyat Papua saja, yang perusahaan itu ada di tanah mereka, bisa dikatakan tidak dapat menikmati kekayaan yang ada di tanah mereka. Kalaupun untung, mereka hanya dijadikan “kuli”, dengan gaji yang kecil, tapi kerja berat. Bahkan, banyak yang tidak dapat menikmatinya sama sekali. Jangankan menikmati, kepercik uangnya saja tidak.

Dengan besarnya saham pemerintah di Freeport, kita berharap ke depannya uang yang masuk ke pemerintah semakin besar dan semakin mampu menyejahterakan rakyat, terutama papua. Bagaimanapun, mereka adalah penghuni wilayah tersebut. Mereka seperti ayam di atas padi mati kelaparan, seperti itik berenang di air mati kehausan.

Dalam undang-undang sebenarnya sudah jelas ditegaskan bahwa Tanah, Air, dan Udara adalah milik Negara, kemudian dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan rakyat. Kira-kira bunyinya begitu. Nyatanya selama ini, tidak begitu. Tanah dijual ke asing. Kemudian asing mengolahnya, dan kita hanya dikasih uang “Parkir” saja, yang jumlahnya juga tidak seberapa. Kita diperbodoh. Padahal, kita banyak orang cerdasnya, banyak orang pintarnya. Sadisnya lagi, ada yang menjual negerinya dan rakyatnya demi “membuncitkan” perutnya.

Satu kata untuk keberhasilan pemerintah ini, yang mampu mendapatkan saham 51 % dari Freeport; Saluuut…!
Tapi… Hati-hati dengan Koruptor. Jangan sampai uang banyak yang masuk ke Negara, tapi habis dimakan “tikus-tikus” berdasi. Itu yang selama ini terjadi.

Tabik
Pakih Sati


TAGS umum ekonomi


Sahabat Sekalian... Komentar Non Aktif Sementara... Mohon Maaf... Jikalau Ada yang Perlu atau Penting Dikomentari, Silahkan email ke: denisarifandips@gmail.com atau WA: 081382088702. Hanya WA Saja ya...
-

Search