Kematian Bayi Debora: Rumah Sakit atau BPJS atau Siapa yang Salah?

14 Sep 2017

Bayi Tiara Debora harus menemui ajalnya. Minggu (3.9/2017), ia terpaksa harus meninggalkan kedua orangtuanya dan kembali ke keharibaan Tuhannya. Usianya baru 4 bulan. Terlambatnya pertolongan yang diberikan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, membuatnya menjadi korban. Anak dari pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi terpaksa harus dibawa ke Rumah Sakit karena mengalami sesak nafas.  Pangkal masalahnya adalah biaya. Rp. 19 juta rupiah harus diberikan terlebih dahulu agar bisa dirawat di fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Keduanya hanya memiliki dana sebesar Rp. 5 Juta. Dan sialnya lagi, rumah sakit beralasan tidak menerima pasien BPJS. Derita di atas derita. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kasusnya viral di Media Sosial. Semuanya bersuara membela, yang membuat Rumah Sakit Mitra Keluarga mau tidak mau juga harus mengeluarkan pernyataan pembelaan dirinya.

Ada dua titik pangkal dilema sebenarnya yang bisa dilihat dari kasus Bayi Debora ini. Kedua titik ini saling menguat-melemah satu sama lainnya. Di satu sisi Nurani kesehatan yang mengharuskannya untuk segera membantu, namun di satu sisi lainnya ada juga keharusan mendapatkan dana demi menguatkan Rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang dimiliki.

Penulis tidak yakin jikalau masalah ketiadaan nurani mendominasi kasus ini. Setiap dokter, setiap yang terlibat dalam dunia kesehatan pasti memahami dengan baik kode etik yang harus dijaga dan dilakukan. Mereka sudah disumpah agar menjalankan tugas mereka dengan sebaik-baiknya. Apalagi, sumpah yang mereka lakukan adalah sumpah berjenis Taghlidz, yaitu bersumpah dengan kitab suci; sesuai dengan agama yang mereka yakini. Ketika sebuah Rumah Sakit harus menolak seorang pasien yang sedang sakit parah, yang sekaligus bermasalah dengan dana, mereka juga harus berpikir seribu kali. Mereka seolah-olah sedang bermain dengan nasib mereka sendiri dan nasib pasien. Gambling. Sebab, efek yang akan mereka rasakan ke depannya juga fatal. Jikalau beruntung, tidak ada masalah. Jikalau apes, ya seperti kasus yang terjadi saat ini.  

Masalah utamanya adalah masalah dana. Okelah jikalau Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres tidak menerima pasien BJPS, sehingga usaha yang mereka berikan untuk membantu adalah dengan memberikan surat rujukan agar pasien atas nama Tiara Debora bisa dirawat di Rumah Sakit lainnya. Itu juga patut mendapatkan apresiasi. Tapi masalah selanjutnya, kenapa Rumah Sakit Mitra Keluarga tidak mau bekerja sama dengan BJPS? Ada juga beberapa Rumah Sakit lainnya yang bersikap sama atau seolah-seolah bersikap sama, menyatakan siap menerima pasien BJPS namun nyatanya mempersulit administrasinya. Jikalau untung, pasti semua Rumah Sakit akan mau bekerjasama sama. Jikalau rugi, mana mau ada Rumah Sakit yang mau bekerjasama?! Kalaupun ada, nyatanya mereka terpaksa. Karena Regulasi yang menekan. Ini yang dikhawatirkan.

Bayi Debora Tiara hanyalah efek dari beberapa masalah yang sebenarnya sudah mulai menjelma nyata dari sebelumnya hanya sekadar bayangan semu semata di Dunia Kesehatan kita, terutama program BPJS nya. Banyak sudah kritik yang dilayangkan. Dan banyak sudah usulan yang disampaikan. Program BPJS harus segera berbenah diri menjadi lebih baik lagi. Program kesehatan bagi rakyat bukanlah masalah untung dan rugi, namun masalah kemanusiaan yang seharusnya sudah ada dalam jaminan pemerintah.

Sekarang ini, usah menyalahkan ini dan menyudutkan itu. Meninggalnya Bayi Debora Tiara adalah duka dan musibah bagi semua. Namun ia juga harus menjadi bahan intropeksi pemerintah, menjadi cermin diri untuk melihat kenapa ada Rumah Sakit yang tidak mau atau tidak melayani pasien BJPS? Harus diketahui penyebab kenapa tidak mau bekerjasamanya? Ini akar masalahnya. Jikalau sudah dapat akarnya, maka benahi Regulasinya. Jikalau saling tunjuk-menunjuk saja, maka masalah serupa akan kembali terjadi. Lagi dan lagi.

Tabik
Denis Arifandi Pakih Sati

Baca Juga:

Apa Doa yang Diucapkan Kepada Orang yang Baru Saja Pulang dari Haji?

Dahsyatnya Sakaratul Maut


TAGS umum


Sahabat Sekalian... Komentar Non Aktif Sementara... Mohon Maaf... Jikalau Ada yang Perlu atau Penting Dikomentari, Silahkan email ke: denisarifandips@gmail.com atau WA: 081382088702. Hanya WA Saja ya...
-

Search