Gimana Kabar Ahok Setelah 5 Bulan Berada di Tahanan?

10 Oct 2017

Waktu berlalu tanpa terasa. Ahok “tercatat” menjadi sosok fenomenal-kontroversial di ranah politik tanah air. Naik menjadi wakil Gubernur DKI bersama Jokowi. Kemudian ketika Jokowi jadi Presiden, ia pun naik menjadi Gubernur. Tidak sampai disitu, ia berseberangan dengan partainya sendiri, yang juga mengusungnya jadi wakil Jokowi di DKI dalam Pilkada ketika itu, yaitu Gerindra. Ia terkenal dengan sikap tegasnya, jikalau tidak bisa dikatakan keras. Banyak yang mendukung, dan banyak juga yang tidak suka dengan cara kepemimpinannya itu. Bahasa verbalnya yang bagi sebagian orang sulit diterima membuatnya harus berurusan dengan hukum. Demo berjilid-jilid yang dilakukan oleh sejumlah elemen umat Islam, mengantarkannya ke ruang tahanan. Setelah ia dinyatakan bersalah melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang 9 Mei, memvonis Ahok dua tahun penjara.

Sekarang, sudah 5 bulan berlalu masa tahanannya di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.. Apa saja yang sekarang dilakukan Ahok? Bagaimana kabarnya?

Juru bicara Ahok, I Wayan Sudiarta, menjelaskan ke media bahwa kondisi Ahok saat ini baik-baik saja; sehat.  Ahok selalu memulai aktivitasnya dengan berolah raga. Kemudian, khusus hari Jumat, ia menerima tamu yang datang berkunjung. Dan salah satu aktifitas yang tidak ketinggalan yang dilakukan Ahok adalah balas-balas surat yang dilakukannya setiap hari sabtu dan minggu. Setiap harinya, jumlah surat yang masuk bisa masuk sebanyak 20 surat. Itu merupakan jumlah yang lumayan banyak untuk hitungan seorang mantan politisi yang sekarang berada dalam tahanan. Kemudian di sisi lainnya, Ahok juga sedang berusaha menyusun tulisan yang nantinya akan dijadikan buku, yang diambil obrolan-obrolannya. Waktu yang dipilihnya untuk menulis adalah dari subuh sampai jam 7.

Ahok adalah Fenomena Politik

Mungkin itu merupakan salah satu kata yang bisa diungkapkan mengenai Ahok. Ia adalah fenomena di antara pendukung dan penentangnya. Tapi begitulah dunia politik, jikalau tidak berhati-hati, maka kaki akan bersandung. Efeknya, cuman sekadar oyong saja atau jatuh. Jatuhnya pun juga bermacam-macam; bisa jadi jatuhnya biasa tanpa luka, atau jatuh dengan luka lecet, atau jatuh dengan luka parah, atau jatuh plus diinjak lawan. Kelemahan Ahok adalah di mulutnya. Mohon maaf sebelumnya. Walaupun di kampanye terakhir ketika ia berhadapan dengan Anis Sandi, ia sudah berusaha menjaganya. Itu sudah baik. Namun karena nasi sudah menjadi bubur, maka sebagian warga DKI sudah enggan memilih. Walaupun sebenarnya banyak yang mengakui adanya kebaikan dan kemajuan dalam pemerintahan Ahok.

Kalau boleh usul, Ahok silahkan saja melangkah lagi ke dunia politik pasca masa tahananya. Silahkan saja ia bergabung dengan partai apapun. Mungkin PDIP lebih siap menampungnya. Kalau kembali ke Gerindra sepertinya sulit. Sebab, Ahok sudah bermasalah dengan sejumlah petingginya. Nasdem atau Hanura, mungkin siap juga menampungnya. Kalau ke PKB, atau PPP, atau ke PKS, kayaknya mustahil. Tapi tidak tahu juga. Mungkin pihak partai bisa menjelaskan mengenai bisa atau tidaknya. Hanya saja, bahasa komunikasinya yang harus diubah. Tegas itu bukan berarti berbahasa kasar. Tegas dan santun, itu lebih baik. Sebab, santun atau kasar itu masalah karakter. Ia bisa dimiliki siapapun, selama dibiasakan.

Tabik


TAGS umum


Sahabat Sekalian... Komentar Non Aktif Sementara... Mohon Maaf... Jikalau Ada yang Perlu atau Penting Dikomentari, Silahkan email ke: denisarifandips@gmail.com atau WA: 081382088702. Hanya WA Saja ya...
-

Search