Bagaimana Jikalau Ahok Menjadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019?

12 Oct 2017

Tahun 2019, memang masih lama dalam hitungan kita rakyat biasa. Namun dalam hitungan para politikus, tahun 2019 sudah tidak lama lagi. Mereka sudah menyiapkan segala amunisi untuk menghadapi pemilu akbar ini. Bahkan, beberapa di antaraya sudah mulai melakukan aksi dan manuver politik. Kemudian, lembaga-lembaga survei pun mulai membuat sejumlah perhitungan. Dan salah satu yang disurvei adalah masalah siapa yang paling layak mendampingi Jokowi di pilpres 2019? Sebab, kemungkinan majunya kembali Jokowi dalam pilpres nanti, sudah bisa dipastikan. Apakah ia akan mampu melanjutkan tradisi dua periode atau tidak? Hasilnya bisa dilhat di 2019 nanti.

Ahok adalah salah satu nama yang digadang-gadang maju bersama Jokowi di 2019 nanti, dengan menjadi cawapresnya. Walaupun sebenarnya,  ia sendiri masih berada di tahanan, dan baru menjalankan 5 bulan masa tahanannya dari jangka waktu 2 tahun masa tahannya yang sudah ditetapkan majelis hakim  dalam sidang 9 Mei 2017. Bahkan, berdasarkan survei dari  Indikator Politik Indonesia pada 17-24 September 2017, Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang merupakan Mantan Gubernur DKI Jakarta paling diunggulkan menjadi calon wakil presiden bagi Joko Widodo pada Pemilu 2019.

Dalam survei tersebut, ada 16 nama yang diopsikan. Dan, Ahok mendapatkan responden paling tinggi, dengan 16 persen, kemudian disusul paling TNI Gatot Nurmantyo dengan 10%; mengungguli calon-calon lainnya, yang terdiri dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan 8 persen dukungan responden, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (7 persen), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (5 persen), Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian (4 persen), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (3 persen). Ada pula Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, serta eks Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung. Masing-masing dari mereka dipilih oleh 2 persen responden. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mendapat 1 persen dukungan. Adapun Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy tidak dipilih sama sekali.

Kenapa Responden Ahok Tertinggi Untuk Menjadi Cawapres Jokowi 2019? Jawabannya adalah tingginya elektabilitas Ahok itu tidak lepas dari pengalaman Jokowi dan Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012-2014.

Catatan Untuk Survei Ini

Dalam survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia, Margin of error kurang lebih  2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, kemudian menggunakan multistage random sampling dengan 1.220 responden di seluruh wilayah Indonesia. Hanya saja, ada yang harus menjadi bahan catatan ini, yaitu angka yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab juga masih tinggi, yakni 32 persen. Angka ini cukup ini. Bahkan, sangat tinggi. Mereka ini adalah floating mass yang belum menentukan pilihan. Mereka bisa saja memberikan suara sesuai dengan arah angin, atau sesuai dengan asupan informasi yang mereka terima nantinya.

Jikalau AHOK Jadi Cawapres Jokowi, Apa yang akan Terjadi?

Pastinya, Jokowi akan kehilangan suara dari kalangan Islamis. Itu sudah hampir bisa dipastikan. Karena image Ahok di pandangan kaum Islamis, masih tercatat buruk. Walaupun sebenarnya Ahok sudah menjalani hukuman atas kasus penistaan agama yang membelitnya. Tapi roda politik itu berputar,  kita tidak tahu bagaimana ke depannya. Mungkin sekarang Ahok elektabilitasnya paling tinggi, bisa jadi nanti elektabilitasnya akan turun atau justru semakin naik, atau justru akan ada sosok lainnya yang elektabilitasnya akan semakin tinggi. Misalnya Gatot atau Ridwan Kamil, atau para mungkin nama-nama yang belum tersebut selama ini.

Intinya, tahun politik 2019 sudah dekat. Banyak akan terjadi manuver-manuver politik. Tetap waras, walaupun banyak yang larut dalam arus.

Tabik
Denis Arifandi Pakih Sati


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search