Apakah Benar Registrasi Kartu Prabayar Terkait dengan Pilpres 2019?

2 Nov 2017

Beberapa hari ini, saya berkali-kali menerima pesan WhatsApp, baik jalur pribadi maupun jalur grup, yang mengaitkan registrasi Kartu Prabayar yang kini sedang digalakkan oleh KOMINFO dengan pemilihan presiden di tahun 2019 nanti. Pesan itu menjelaskan bahwa data yang kita berisikan, yang berisikin nomor NIK dan nomor  KK, bisa saja disalah gunakan nantinya untuk meraup suara yang lebih besar dengan cara yang illegal.

Berikut bentuk beberapa pesan yang beredar tersebut:

“Hati2.. ada kecurigaan registrasi kartu prabayar diviralkan untuk kepentingan pilpres 2019.  data kita nanti akan dipakai orang aseng untuk memilih,” bunyi salah satu pesan.
“Logika sederhanaya kalau semua muslim tdk registrasi ulang dan kartu diblokir, maka yg rugi adalah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, dan itu tdk akan terjadi.”

Selain itu,  ada juga yang mengajak memviralkan untuk tidak melakukan registrasi.
“Maka hemat sy kita viralkan untuj tdk regist, coba kita pikir secara jernih, buat apa regist nomor ktp dan kk? krn kalau nomor kk di regist maka semua anggota keluarga akan terdeteksi. dan muncul semua no.ktpnya”

Ada pula pesan yang menyebutkan Kominfo tidak pernah memberikan pernyataan soal registrasi ulang tersebut. Hal tersebut rentan digunakan untuk kejahatan perbankan.
“Ini ada share dr pak krida(group TAM jabar)???? Barusan liputan trans 7 jam 07.05 menit KOMINFO tdk pernah memberikan pernyataan seperti itu ITU HOAXS DAN DATA YG DIMINTA ITU BISA DISALAHGUNAKAN OLEH ORANG YG TDK BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN PER BANKAN KARENA KUNCI ADMIN KITA DI BANK ADALAH NIK. DAN NAMA IBU KANDUNG. TOLONG SHARE INI KE TEMAN2. AKOH SAKSI HIDUP YG MENONTON LIPUTAN TRANS 7 JAM 19.05 SEKALI LG BERITA itu HOAXS,” begitu pesan yang beredar di grup-grup WhatsApp, ” bunyi pesan lain.

Semua kabar “viral” diatas bisa dipastikan adalah HOAX. Sebab, masalah Registrasi Kartu Prabayar ini sudah jelas diatur oleh Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 tahun 2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.. Mereka diwajibkan untuk melakukan melakukan registrasi nomor kartu prabayar yang mereka gunakan dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK)  dan nomor Kartu Keluarga (KK) yang terekam di database Direktorat  Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).  Kewajiban ini berlaku semenjak 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Jikalau tidak dilakukan, maka calon pelanggan tidak bisa mengaktifkan kartu perdana dan pemblokiran nomor pelanggan secara bertahap.

Apa Gunanya Registrasi Nomor bagi Para Pelanggan?

Registrasi Nomor ini bukan tanpa tujuan. Banyak sekali manfaatnya bagi seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah maupun rakyat biasa, terutama untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan kejahatan berbasis IT. Bahkan, untuk kejahatan non IT, adanya registrasi ini juga akan sangat membantu. Saya akan memberikan sebuah contoh sederhana saja. Misalnya, Anda ditipu oleh seseorang menggunakan SMS atau pesan WhatsApp atau melalui Telepon. Dengan teregistrasinya semua nomor, maka ketika Anda mengadukannya ke pihak kepolisian, pelaku kejahatan itu dengan mudah dapat ditangkap dan diproses secara hukum. Misal lainnya, Anda membeli barang melalui online, kemudian ternyata Anda ditipu atau barangnya tidak sesuai dengan yang Anda beli, kemudian Anda mengadukannya ke pihak kepolisian, maka dengan mudah pelakunya bisa diciduk. Misal lainnya lagi, jikalau ada yang SMS Anda meminta pulsa dengan mengatasnamakan pasangan Anda atau keluarga Anda, kemudian Anda memberikannya dan nyatanya Anda tertipu, maka Anda bisa melaporkan nomor yang bersangkutan dan dengan mudah diciduk pihak kepolisian.

Kita sebagai pengguna juga akan untung, kemudian pihak keamanan juga akan dengan mudah menanggulangi kejahatan di dunia Cyber. Zaman sudah maju. Kejahatan-kejahatan yang ada sekarang lebih banyak menggunakan Teknologi. Makanya, aturan-aturan yang berkaitan dengan IT juga harus diperbarui. Jikalau kita masih saja berkutat dengan aturan lama, maka akan banyak masalah yang tidak tertanggulangi denga baik.

Jangan Kebanyakan Teori Konspirasi

Teori konspirasi itu memang ada. Namun kalau terlalu kebanyakan menggunakan teori yang satu, nanti kita akan berubah menjadi sosok yang kikuk sendiri, bingung tanpa alasan, galau tanpa sebab. Kita akan terus berpandangan curiga kepada yang lainnya. Misalnya, disajikan makanan, kemudian kita menduga ini ada racunnya; diberikan mobil, kemudian kita menduga ada bomnya; diberikan kartu, kita menduga ada sadapannya. Hati-hati itu boleh, namun jangan Parno juga. Kritis boleh, namun jangan asal juga.

Kita tidak usah ikut arus yang dihembuskan oleh orang-orang yang bermain dengan arus massa. Tidak diragui, setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, akan ada yang bermain dengan kebijakan itu. Misalnya, dengan membuat issu-issu yang tidak seharusnya. Kita mau suka atau tidak dengan pemerintahan sekarang, itu hak kita. Namun satu yang harus dicatat, logika kita juga harus terus dinyalakan. Jangan gampang terbawa issu, apalagi yang sifatnya hoax. Dan saya semakin heran, jikalau ada yang berpendidikan tinggi, namun termakan juga sama Hoax murahan. Saya jadi mikir: “Itu ijazah beneran ga, Gan?”

Tabik,
Denis Arifandi Pakih Sati


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search