Tidak adakah Masalah yang Lebih Penting dari Meme Setya Novanto?

3 Nov 2017

Dyan Kemala Arrizzqi harus berurusan dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia. Pasalnya, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu dijadikan tersangka karena kasus penyebaran meme Setya Novanto saat sakit, yaitu meme yang memperlihatkan wajah Setya Novanto saat mengenakan masker alat bantu tidur (continuous positive airway pressure) di RS Premier Jatinegara, Jakarta..

 Ia ditangkap di rumahnya di Tangerang sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (31/10/2017). Perempuan yang berusia 29 tahun ini dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, barang bukti yang disita saat penangkapan yakni satu buah tablet Samsung warna hitam abu-abu, satu buah Sim Card Simpati No. 0822 72418602, dan satu buah memori card merek vigen dengan kapasitas 32 GB.

Jikalau mau mencermati, sebenarnya banyak masalah yang lebih urgen di Indonesia ini dibandingkan dengan masalah Meme Setya Novanto. Bukan bermaksud meremehkan masalah yang menimpannya. Namun, jikalau seseorang sudah menjadi tokoh publik dan menjadi sorotan massa, maka ia juga harus siap dengan semua kemungkinan yang akan menimpanya; baik maupun buruk; kritik maupun sanjungan. Jikalau hanya siap menerima pujian, tidak siap dengan kritikan, maka berada di panggung ketenaran itu tidak layak adanya.

Tokoh pemimpin, tokoh, dan pejabat publik itu adalah bekerja. Dan, sesekali melihat tanggapan dan kritikan yang ditujukan kepadanya. Jikalau kritikan itu membangun, ya diambil baiknya, kemudian dijalankan. Jikalau kritikannya sudah diluar konteks, tidak berkaitan dengan masalah, maka abaikan saja. Jikalau setiap kritikan dipikirkan, baik yang sifatnya membangun maupun yang sifatnya menjatuhkan, maka sampai kiamat pun tidak akan bisa bekerja. Tidak ada ceritanya semua tokoh yang ada di dunia ini dipuja oleh semua manusia. Sebagaimana ada yang suka, pasti ada yang benci. Sebagaimana ada yang puji, pasti ada yang kritiki. Santai saja. Mengutip kata Imam al-Syafii, ridha seluruh manusia adalah tujuan yang tidak akan tercapai.

Artinya apa?
Artinya, lakukan saja yang terbaik buat rakyat. Kerjakan tugas dengan baik. Masalah kalau ada yang kritik, jikalau baik diterima. Jikalau tidak, dibuang saja.

Masalah Korupsi Lebih Urgen dari Meme

Ini pandangan pribadi saya. Bagi saya, masalah korupsi di Indonesia yang sudah berurat dan berakar itu jauh lebih penting dibandingkan dengan masalah Meme yang sedang digarap oleh Pihak Kepolisian. Entahlah, kita juga tidak bisa memprediksi lebih jauh, apakah masalah ini ada hubungannya dengan upaya melemahkan gerakan antikorupsi yang selama ini digencarkan di Dunia Maya, yang bertujuan untuk membentuk Logika Publik. Saya tidak mau masuk lebih dalam ke masalah tersebut. Hanya saja, kita tidak akan lupa bahwa munculnya Meme Setya Novanto itu berkaitan dengan masalah korupsi e-KTP yang menjeratnya. Masih segar dalam ingatan kita, ketika dipanggil KPK, Setya Novanto sakit dan mangkir dari panggilan. Maka, wajar saja jikalau ada yang melogikakan bahwa tindakan Setya Novanto itu untuk lari dari jeratan hukum. Walaupun akhirnya ia memang di Pra Peradilan.

Sampai kapanpun, Logika massa itu tidak akan bisa dibendung. Sekuat apapun tenaga dikerahkan agar massa tidak bersuara, itu tidak akan biasa. Semakin ditekan, maka massa juga akan semakin menguat. Makanya, ruang kebebasan jangan dikekang, ruang untuk kritik jangan dimatikan. Kita ini hidup di zaman Demokrasi, dimana semua pihak berhak menyuarakan apa yang menurutnya benar dan apa yang menurutnya salah tanpa harus ditekan dan didiskriminasi. Selama sesuai dengan hukum, maka tidak ada masalah.

Kalau sedikit sedikit ditangkap, maka satu pertanyaan akan berujung dalam pikiran kita: “Negara ini milik siapa?”

Negara ini bukan milik pejabat, bukan milik partai, bukan milik perusahaan, apalagi milik politikus. Negara ini milik rakyat Indonesia. Gaji yang didapatkan pejabat adalah dari keringat rakyat. Jangan khianati rakyat. Jangan perbudak mereka; harta mereka diambil sebagai pajak, kemudian suara mereka dibungkam.

Tabik,
Denis Arifandi Pakih Sati

….Follow My Facebook


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search