Jokowi Mantu Mampu Redakan “Panasnya” Suhu Politik Tanah Air?

6 Nov 2017

Pada hari Rabu (8/11/2017) Jokowi akan kembali mengadakan acara pernikahan puteri semata wayangnya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Berbagai persiapan sudah dilakukan, baik oleh pihak panitia acara pernikahan itu sendiri maupun pihak keamanan dari TNI-Polri. Maklum saja, yang mengadakan acara adalah orang nomor satu di Republik Indonesia. Kemudian tamu-tamu yang akan hadir juga bukan orang sembarang. Akan banyak pejabat dan pesohor yang datang ke acara ini, termasuk tamu-tamu dari Luar Negeri.

Persiapan yang matang tentu dibutuhkan untuk jaga-jaga jikalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemaren saya di Solo menyaksikan sendiri persiapan yang sudah dilakukan, terutama untuk keamanannya, memang terlihat ketat sekali. Dan itu wajar, itu sudah protokolernya. Walaupun, misalnya, Jokowi tidak ingin dijaga dengan ketat seperti itu, pihak keamanan tetap akan menjaga dan menjalankan tugasnnya. Undang-undang sudah mengatur hal itu.

Sebelumnya, saya pribadi sebagai rakyat Indonesia, mengucapkan selamat kepada Bapak Jokowi yang mantu lagi. Kemudian juga tidak lupa kepada pasangan yang sedang berbahagia, yaitu Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Semoga langgeng, mendapatkan sakinah dan mawaddah dalam rumah tangga. Baarakallahu laka wa baaraka alaika wa jamaa bainakuma fi khair.. Walaupun saya tidak termasuk dalam undangan, saya tetap berbahagia. Pesta presiden yang merupakan simbol negara adalah pesta bagi rakayatnya. Kebahagiaan presiden adalah kebahagiaan rakyatnya.

Pertanyaannya sekarang, sebagaimana judul tulisan di atas, mampukah Jokowi Mantu Meredakan Panasnya Suhu Politik Tanah Air?

Jawabannya bisa.

Kok Bisa?

Bisa, Begini penjelasannya.

Dalam acara nanti, akan banyak para pejabat yang hadir, baik kalangan koalisi pemerintahan maupun opisisi pemerintah. Namanya politikus, bisa saja dalam acara ini terjadi deal-deal antara para petinggi partai. Politik meja makan bukan sebuah rahasia dalam diplomasi politik ala Jokowi. Dengan diundangnya kalangan oposisi, kemudian dijamu sebaik-baiknya, bukankah tidak mustahil akan terjadi hal-hal “menyejukkan” dalam strategi politik di tanah air, apalagi menjelang pemelihan presiden di tahun 2019 nanti? Tiga sentral politik di Indonesia saat ini, pastinya akan hadir; Megawati, Prabowo, dan SBY. Kita saksikan saja nantinya.

Dan itu, bisa saja terjadi.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya, adanya Jokowi Manti mengalihkan issu-issu politik arus bawah, terutama di kalangan emak-emak. Masih ingat dalam pikiran saya, sebuah berita yang dimuat salah satu media online, dimana Jokowi mengingatkan emak-emak untuk tidak menjadi “kompor” politik. Nah, adanya Jokowi Mantu, jikalau sebelumnya emak-emak sudah nimbrung bahas masalah-masalah politik, sekarang mereka mulai sibuk membahas Issu seputar pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Issu yang satu ini mampu meredam panasnya harga barang, naiknya TDL listrik, dan sebagainya.

Akhirnya, saya mendoakan kebaikan buat Jokowi yang sebentar lagi akan mendapatkan Mantu Baru. Mudah-mudahan dengan Menantu Baru, Besan Baru, bisa melahirkan suasana baru dalam hati Jok0wi, kemudian juga akan berefek ke suasana baru dalam pemerintahan.

Tabik,
Denis Arifandi Pakih Sati

… Follow my Facebook:


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search