Apakah Tiang Listrik akan Jadi Tersangka Dalam Kasus e-KTP?

17 Nov 2017

Menghebohkan orang sejagad Republik Indonesia karena menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut kasus e-KTP yang merugikan Negara dengan jumlah yang fantastis; milyaran rupiah, akhirnya sang petinggi negara yang mengetuai para anggota rakyat seluruh Indonesia ini pun diketahui keberadaannya. Kamis (16/11/2017), tepatnya pukul 19.00 WIB di Jalan Permata Berlian, Grogol Utara dengan mengendari Toyota Fortuner Nopol B 1732 ZLQ, ia mengalami kecelakaan dengan menabrak tiang listrik. Sekarang, sosok yang juga masih aktif dan masih tercatat sebagai Ketua Umum Golkar itu tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Sebagaimana ketahui, Kemarin Rabu (15/11/2017) malam, KPK gagal menjemput paksa sang “pejabat” dari kediamannya di Jalan Wijaya XIII.  Ia tidak diketahui tidak keberadaannya. Ketika itu, jagad twitter dihebohkan oleh Hastag #TangkapNovanto dan #IndonesiaMencariaPapah. Sekarang, ketika mendengar kasus kecalakaan yang terjadi, Hastag #SaveTiangListrik kembali mejadi trending di Jagad maya.

Kenapa Muncul Hastag #SaveTiangListrik?

Ini adalah sindiran satir terhadap sang pejabat yang dahulu memperkarakan orang yang mengkritiknya dan kesuksesannya untuk membebaskan diri dari kasus-kasus yang menjeratnya. Masih segar dalam ingatan kita sosok Dyan Kemala Arrizzqi yang harus berurusan dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia. Pasalnya, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu dijadikan tersangka karena kasus penyebaran meme sang pejabat saat sakit, yaitu meme yang memperlihatkan wajahnya saat mengenakan masker alat bantu tidur (continuous positive airway pressure) di RS Premier Jatinegara, Jakarta..

 Ia ditangkap di rumahnya di Tangerang sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (31/10/2017). Perempuan yang berusia 29 tahun ini dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, barang bukti yang disita saat penangkapan yakni satu buah tablet Samsung warna hitam abu-abu, satu buah Sim Card Simpati No. 0822 72418602, dan satu buah memori card merek vigen dengan kapasitas 32 GB.

“Kesaktiannya” tidak sampai disitu. Kasus e-KTP yang menjeratnya, mampu diselesaikannya dengan hasil “menang” di pra peradilan. Kasus tersangka yang sebelumnya dinyatakan tidak sah di pengadilan. Hanya saja, KPK tidak menyerah sampai disitu. Senin (6/11/2017), ia kembali terjadi tersangka dalam kasus yang sama.

Pasca peristiwa kecelakaan Tiang Listrik ini, apakah sang pejabat akan kembali selamat dari jeratan tersangka? Berhubung, pra peradilan juga sudah diajukan. Kita berharap kebenaran akan segara terungkap.

Keadilan Hukum Harus Ditegakkan; Siapapun Pelakunya!

Menegakkan keadilan adalah sebuah keharusan dalam hukum dan kehidupan bernegara. Jikalau hukum sudah diabaikan, maka kehancuran sudah berada di hadapan mata. Keadilan itu adalah sebuah kelaziman. Tidak ada bedanya antara yang kaya dengan yang miskin, yang pejabat maupun yang rakyat. Semuanya sama.

Keadilan adalah ruh. Ia harus bersikap objektif, bukan subjektif. Jikalau hukum berlaku subjektif, maka ia akan bersifat tajam ke bawah, kemudian tumpul ke atas. Ia hanya akan menyikat rakyat bawah, mengabaikan kelas menengah ke atas. Kondisi seperti itu akan menyebabkan, siapa yang berduit, siapa yang berkuasa, maka kemenangan akan ada di tangannya.

Para hakim yang berkuasa di pengadilan akan berubah menjadi perpanjangan tangan kuasa. Padahal, hakim harus selalu berada di pihak kebenaran. Ia harus objektif menilai. Tidak boleh memihak salah satu kelompok yang bertikai. Makanya dijelaskan, hakim itu satu kakinya berada di surga, dan kaki lainnya berada di neraka. Jikalau ia adil, ia masuk surga. Jikalau zalim, maka ia masuk neraka.

Dalam kasus ini, kita berharap tegaknya keadilan. Jangan sampai hukum dipermainkan. Uang yang dikorupsi dalam kasus e-KTP itu adalah uang rakyat. Tidak main-main jumlahnya. Keringat rakyat diperas demi menghidupi golongan elit. Itu adalah kezaliman di atas kezaliman, yang harus dihabisi sehabis-habisnya.

Dan kita berharap kasus ini segera diselesaikan. Semua pelakunya mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tabik,
Denis Arifandi Pakih Sati

Follow My Facebook:


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search