Kenapa Fahri Hamzah Selalu Terlihat Membela Setya Novanto?

21 Nov 2017

Fahri Hamzah adalah sebuah fenomena dalam dunia Politik tanah Air. Dipecat dari Partai yang selama ini dibesarkannya; Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun ia megangkat masalah tersebut di pengadilan dan berhasil memenangkannya. Ia tetap secara sah tercatat secara kader PKS, namun keberadaannya dianggap tiada oleh rekan-rekannya sesama fraksi.

Aktifis reformasi ini, mantan ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), kemudian sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR, dikenal galak terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Silahkan Anda searching di Internet, Anda akan mendapati video yang menggambarkan ketika ia menghadang penyelidik KPK yang ketika itu akan melakukan penyelidikan di kantor fraksi PKS.

Hebatnya, ia sama sekali tidak pernah berurusan dengan KPK sebagai tersangka. Ia bersih. Clear dan tidak bermasalah Hanya saja masalahnya, sikapnya yang cenderung kerap terlihat membela beberapa politisi yang terbelit kasus di KPK, termasuk ketua umum Golkar Setya Novanto yang kini ditahan karena diduga terbelit kasus korupsi e-KTP, membuang orang banyak bertanya-tanya, jangan ia sendiri juga kecipratan dana e-KTP ini? atau masalah korupsi lainnya yang membuatnya tidak senang dengan KPK, yang dikenal bengis terhadap koruptor?

Apakah benar begitu?

Berkaitan dengan kasus yang membelit Setya Novanto, ada tanggapan menarik yang disampaikan oleh Fahri Hamzah. Sebagaimana dilansir dari Merdeka (21/11/2017), ada dua alasan utama kenapa seolah-olah ia terlihat membela Setya Novanto, kenapa ia berani menentag arus utama, dimana banyak orang yang berpandangan membela Setya Novanto adalah sebuah kesalahan besar, langkah mematikan dalam politik.

Pertama, Setya Novanto adalah ketua DPR yang notabene adalah rekan kerjanya di parlemen.
Kedua, Fahri Hamzah menjaga betul azas praduga tidak bersalah yang dimiliki oleh Setya Novanto.

Dalam pandangan Fahri Hamzah, sebagai teman tidak boleh lari ketika teman dalam kesusahan. Dan dalam pandangan saya, ini prinsip baik; prinsip agung dalam persahabatan. Korupsi adalah kriminal. Itu tidak boleh didukung. Namun kesalahan yang dilakukan teman, bukan alasan meninggalkannya sendirian. Paling tidak, kita memberikannya dukungannya untuk mempertanggugjawabkan perbuatan buruk yang sudah dilakukannya.

Teman Hakiki itu Teman dalam Kebenaran

Teman hakiki itu bukanlah teman yang selalu mengiyakan apapun yang kita lakukan. Bukan itu teman hakiki. Orang seperti itu adalah penjilat, yang hanya akan memanfaatkan kita, kemudian akan mencampakkan kala kita tidak berguna lagi dalam pandagannya.

Teman hakiki itu meluruskan jikalau salah, kemudian mendukung jikalau benar. Dan kedua sikap itu, tanpa harus meninggalkan. Berteman itu bukan masalah kemanfaatan saja, namun lebih dari itu; masalah empati dan simpati. Kebenaran adalah kebenaran. Ia adalah ukuran sikap. Sedangkan kebatilan adalah musuh. Siapapun pelakunya, walaupun teman sendiri. Teman itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sikap ini diperlihatkan oleh Fahri Hamzah yang  pernah menasehati Setya Novanto sebagai teman. Sebagaimana dilansir dari Merdeka, ia tidak sedikitpun menerima uang atau suap atau bantuan apapun dari Setya Novanto selama kenal di parlemen. Bahkan, ia tidak pernah hadir sekalipun dalam pesta Setya Novanto kecuali pesta anaknya menikah. Ia tidak punya bisnis dan ia tidak punya urusan keuangan dengan Setya Novanto. Berkali Setya Novanto ingin membantunya secara keuangan, namun ia kembalikan.

Ia pun seringkali menasihati Setya Novanto, baik soal pekerjaan di DPR dan bisnis mantan Bendum Golkar itu. Ia memberikan masukan kepada Setya Novanto untuk bisa membatasi diri yang saat ini bukan lagi sebagai seorang pebisnis.

Nah, begitu sisi lain yang saya sorot dari Fahri Hamzah…

Satu hal yang mungkin dicatat, bedakan antara Sikap terhadap Kebatilan dengan sikap terhadap Personnya, apalagi teman. Anda mungkin akan paham jikalau teman Anda atau keluarga Anda mengalami posisi yang sama. Ini pandangan saya.

Tabik,
Denis Arifandi Pakih Sati


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search