Silap Lidah Ust. Abdus Shomad & Silap Tindak Rina Nose?

22 Nov 2017

Rina Nose, yang memiliki nama asli Nurina Permata Putri, dikenal di tengah khayalak Indonesia, utamanya penikmat acara Entertainment di Televisi sebagai Presenter dan Komedian, beberapa hari belakangan ini banyak meghiasi media, terutama media sosial. Sejumlah status berseliweran dengan berbagai tanggapan di akun media sosial saya mengenai dirinya. Tepatnya, ketika ia memutuskan melepas hijabnya. Banyak pro dan kontra. Dan itu lumrah. Tidak ada satu masalah pun di dunia ini yang tidak memiliki dua sudut pandang. Hanya saja, karena ia selebriti dan banyak penggemarnya, masalah yang dihadapinya menjadi trend berita dan viral.

Ia sempat dituduh murtad pasca melepaskan hijabnya, dan itu juga sudah dibantahnya. Ia menegaskan bahwa ia masuk beragama Islam, dengan status muslimah. Dan masalahnya tidak sampai disitu, ketika salah seorang ustadz terkenal asal Riau; Ustadz Abdus Shamad, yang pernah tampil di beberapa media televisi, mengomentari keputusannya untuk melepas hijabnya.

Sebagaimana dikutip dari laman hot.detik.com (22/11), berdasarkan videonya salah seorang jamaah pengajian bertanya kepada Ustadz Abdus Shomad keputusan Rina Nose yang menanggalkan hijabnya. Kemudian, ia menjawab:
“Rina Nose nih siapa? Artis? Yang pesek itu? Saya kalau artis-artis jelek kurang minat mengamati. Apa kelebihan dia? Pesek, buruk, itu.”

Nah, kata-kata inilah yang menjadi bahan “kehebohan” para Netizen.

Kemudian, ia melanjutkan:
“Alasannya tak ada yang berubah sama saya, dia tidak merubah isi hatinya. Yang diubah hanya tampilan fisik cashingnya saja. Islam itu ketundukan dan kepatuhan. Hijrah itu harus total. Kalian kalau hijrah harus total ketika kau hijrah perbuatan dan ucapanmu juga hijrah, cakapmu hijrah, cara cari makanmu juga hijrah. Kau hijrah dalam pakaian, tapi cara makanmu masih lewat orang fasik, kau bersama orang rok pendek, maka hatimu tak tenang. Hati itu makannya masuk darah dalam hati. Banyak zikir agar hati jadi tenang,” tuturnya di video tersebut.

Mari Bersikap Bijak. Tidak Usah Main Hantam.

Berkaitan dengan Ustadz Abdus Shomad, saya pribadi, tidak setuju dengan gaya bahasa yang digunakannya. Kata-kata Pesek, Buruk, adalah kata-kata yang tidak layak digunakan. Apalagi dalam konteksnya sebagai Ustadz terkenal dan sudah sering tampil di media. Hanya saja kita juga jangan menghukuminya sebagai sosok yang KASAR. Kata-kata ini mungkin lahir dari ghirah (semangat menjaga agama) yang ada di dalam dirinya sebagai seorang Ustadz, seorang dai. Dalam pandangannya, keputusan Rina Nose membuka hijab itu juga mengejek Agama, sombong, hijrah yang tidak total, seolah-olah memperolok agama. Sombong terhadap orang yang sombong adalah sedekah.

Taroklah kita menganggp Ustadz Abdus Shomad itu salah. Tapi sebagai manusia, ia bisa salah dan benar. Kalau benar, ya diterima. Jikalau salah, ya dimaafkan. Dan kata-kata “pesek” selama ini adalah ikon Rina Nose dalam penampilan komedinya. Itu tidak bisa dipungkiri.

Berkaitan dengan Rina Nose. Jikalau ia mau lepas hijab, ya silahkan saja. Apalagi ini negara Demokrasi. Bagimu agamamu. Hanya saja, jangan membuat alasan-alasan yang akan menyinggung sensitifitas beragama orang banyak. Apalagi dalam konteks dirinya sebagai figur publik. Follower media sosialnya banyak sekali. Jikalau sampai banyak yang buka hijab karena mengikuti pendapatnya, tentu bisa “berabe” nantinya. Memang ada perbedaan pendapat disitu. Namun perlu dicatat, perbedaan masalah itu adalah perbedaan Syadz, yaitu perbedaan yang menyelisihi pendapat mayoritas ulama.

Intinya, sudahi saja polemik yang satu ini. Tidak ada manusia yang sempurna. Dan yang terbaik di hadapan Tuhan adalah yang paling beriman dan bertakwa.

Tabik
… Ikuti Facebook Saya:


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search