Naiknya Jumlah & Anggaran TGUPP, Apakah Anis-Sandi Bagi-Bagi Jabatan?

23 Nov 2017

Dari sekian banyak yang disorot yang pemerintahan DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno saat ini adalah masalah pengangkatan anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Sebab, jumlah anggotanya yang melonjak dari 13 orang menjadi 74 orang, kemudian anggaran anggota TGUPP juga naik menjadi Rp 28 miliar.

Padahal, jikalau merujuk aturan yang berlaku, yang sudah diatur dalam Pasal 7 Pergub 411 huruf C  disebutkan dengan jelas bahwa jumlah maksimal anggotanya hanyalah 15 orang. Artinya, jikalau Anis-Sandi ingin mengangkat lebih, mereka akan melanggar aturan yang sudah ada.

Makanya, sebagaimana dijelaskan oleh Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Soni Sumarsono (Kompas: 23/11/2017), jikalau Anis BAswedan ingin tetap melakukannya, maka ia harus mengubah Peraturan Gubernur (Pergub) No 411 Tentang Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Nah, inilah yang menjadi pertanyaan banyak orang; apakah Anis-Sandi melakukan ini untuk bagi-bagi jabatan kepada pihak, kelompok atau partai yang sudah mendukungnya dalam pilkada lalu? Masalahnya, yang berhak menentukan siapa saja yang ikut dalam TGUPP, termasuk penyeleksiannya adalah Gubenur. Ia sendirilah yang menetapkan sejumlah syarat serta melakukan wawancara untuk mendapatkan anggota TGUPP yang ahli dan sesuai kebutuhan.  Ia yang paham dengan siapa yang kira-kira bisa memahami visi dan misinya.

Itu praduga yang pertama…
Kebijakan ini juga bisa dilihat dari sisi lainnya (praduga), yaitu jumlah yang banyak & naiknya anggaran bertujuan untuk mempercepat proses kerja yang sudah dibuat agar tidak memakan waktu yang lama dan tidak banyak pekerjaan yang terbengkalai.

Apapun tujuannya, hanya Anis-Sandilah yang paham hakikat sebenarnya. Dan fakta dan masa yang akan membuktikan kebenarannya. Ibarat kata Syair Arab:
“Hari-Hari akan menunjukkan kepadamu apa yang dahulu kamu jahil dengannya.
Ia akan memberimu kabar tentang apa yang tidak kami pahami.”

Hari-hari yang akan membuktinya; apakah ini untuk kepentingan publik atau kepentingan politik?

Kita tunggu saja.

Tabik,
Denis Arifandi Pakih Sati


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search