Siapa Panglima TNI Berikutnya Paling Layak Gantikan Gatot Nurmantyo?

24 Nov 2017

Sebentar lagi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menjalani masa pensiunnya. Tepatnya di bulan Maret 2018. Issu mengenai siapa calon penggantinya mulai berhembus kencang. Beberapa nama sudah diusulkan dan mencuat ke atas.

Paling tidak, saat ini ada tiga nama yang berkembang, yaitu Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) adalah Marsekal Hadi Tjahjanto, kemudian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yakni Jenderal Mulyono, lalu Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) yaitu Laksamana Ade Supandi.

Berdasarkan rotasi yang selama ini berlaku, seharusnya yang mendapatkan giliran untuk menjadi Panglima TNI yang baru berasal dari matra Angkatan Udara. Namun untuk pastinya, tentunya itu berada di tangan Presiden. Ia yang punya kuasa penuh untuk menentukan siap yang akan menjadi pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo dan menduduki jabatan  Panglima TNI.

Syarat untuk menjadi Kandidat Panglima TNI, sesuai tradisinya, harus berpangkat bintang empat dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Kriteria yang Layak Dipertimbangkan

Pertama, Karir dan Jenjang Kepangkatan
Ini penting. Jangan sampai ada rasa dengki antara satu dengan yang lainnya. Jenjang kepangkatan dan kesenioran adalah hal yang lumrah dan sepertinya baku dalam angkatan. Menafikan hal-hal sepele seperti itu bisa menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak baik nantinya. Itu harus dihindari.

Kedua, Rekam Jejak (Track Record)\
Sebagai sosok yang nantinya akan menjadi panglima seluruh angkatan bersenjata di Republik Indonesia, orang yang akan diangkat menjadi panglima harus orang yang memiliki track record yang baik. Jikalau buruk, dikhawatirkan nantinya keburukan yang dahulu pernah dilakukannya akan terulang lagi.

Ketiga, Komitmen terhadap Pemberantasan Kasus HAM dan Korupsi
Masalah HAM dan korupsi adalah musuh besar negara. TNI yang berada di bawah komando panglima, harus menjadi pihak terdepan dalam mendukung penuntasannya. Jikalau menjadi sebaliknya, itu artinya negara sudah diujung kehancuran karena dibiarkan dikuasai oleh bandit-bandit perusak negeri.

Keempat, Komitmen Terhadap Agenda Reformasi TNI
Ini penting juga, agar sejarah kelam yang pernah terjadi di masa lalu tidak terjadi lagi, agar TNI semakin dekat dengan rakyat. Sebab, mereka berasal dari rakyat, dan bagian dari rakyat.

Kelima, Tunduk pada otoritas sipil dan Undang-Undang
Undang-undang adalah aturan utama di Negara kita ini. Semua harus tunduk di bawah aturan yang sudah ditetapkan. Walaupun yang buat adalah sipil, TNI adalah bagian yang harus tunduk kepada semua itu. Makanya, adanya panglima yang paham dengan semua itu akan menjadi kendali jikalau terjadi hal-hal yang sudah keluar dari jalurnya.

Nah, itulah beberapa pandangan mengenai Panglima TNI baru yang tidak lama lagi akan hadir di tengah-tengah rakyat Indonesia mengganti yang lama. Tidak bisa dipungkiri, citra TNI di bawah Jenderal Gatot Nurmantyo sangat baik sekali, dicintai rakyat dan dibanggakan. Dan ke depannya, citra yang baik itu jangan sampai dirusak.

Tabik,
Denis Arifandi Pakih Sati


TAGS umum


Terimakasih Atas Kunjungan Anda. Salam Kenal. Salam Bersahabat
-

Search