• 21

    Nov

    Kenapa Fahri Hamzah Selalu Terlihat Membela Setya Novanto?

    Fahri Hamzah adalah sebuah fenomena dalam dunia Politik tanah Air. Dipecat dari Partai yang selama ini dibesarkannya; Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun ia megangkat masalah tersebut di pengadilan dan berhasil memenangkannya. Ia tetap secara sah tercatat secara kader PKS, namun keberadaannya dianggap tiada oleh rekan-rekannya sesama fraksi. Aktifis reformasi ini, mantan ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), kemudian sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR, dikenal galak terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Silahkan Anda searching di Internet, Anda akan mendapati video yang menggambarkan ketika ia menghadang penyelidik KPK yang ketika itu akan melakukan penyelidikan di kantor fraksi PKS. Hebatnya, ia sama sekali tidak pernah berurusan dengan KPK seb
    Read More
  • 20

    Nov

    Kita Seharusnya Berterimakasih Kepada Setya Novanto?

    Setya Novanto akhirnya menemuinya “takdirnya.” Sebagai tersangka kasus korupsi KTP Elektronik yang menghebohkan jagad maya dan menjadi Trend di Media Sosial karena hilang dari sergapan KPK dan kecelakaan dengan tiang listrik, plus harus menginap di Rumah Sakit efek dari kecelakaan, takdir yang seharusnya dijalaninya adalah berada di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dan itu sudah terwujud di hari Minggu (19/11/2017) jelang tengah malam. Setya Novanto tiba di gedung KPK setelah dipindahkan dari RSCM Kencana ke rutan KPK. Dan tragisnya lagi, Setya Novanto yang merupakan ketua DPR RI saat ini; ketua dari seluruh wakil rakyat yang berasal dari seluruh Indonesia, dipaksa harus memakai rompi oranye khas rompi tahanan KPK. Kenapa Kita Harus Berterimakasih Kepada S
    Read More
  • 17

    Nov

    Apakah Tiang Listrik akan Jadi Tersangka Dalam Kasus e-KTP?

    Menghebohkan orang sejagad Republik Indonesia karena menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut kasus e-KTP yang merugikan Negara dengan jumlah yang fantastis; milyaran rupiah, akhirnya sang petinggi negara yang mengetuai para anggota rakyat seluruh Indonesia ini pun diketahui keberadaannya. Kamis (16/11/2017), tepatnya pukul 19.00 WIB di Jalan Permata Berlian, Grogol Utara dengan mengendari Toyota Fortuner Nopol B 1732 ZLQ, ia mengalami kecelakaan dengan menabrak tiang listrik. Sekarang, sosok yang juga masih aktif dan masih tercatat sebagai Ketua Umum Golkar itu tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Sebagaimana ketahui, Kemarin Rabu (15/11/2017) malam, KPK gagal menjemput paksa sang “pejabat” dari kediamannya di Jalan Wij
    Read More
  • 14

    Nov

    Layakkah Aksi Walk Out di Pidato Anis Baswedan di Acara Kanisius?

    Ananda Sukarlan kita kenal sebagai Komponis terkenal. Gaung namanya bukan saja di Indonesia, namun juga dunia. Cakupannya bukan saja Nasional, namun juga internasional. Sebagai sosok penerima penghargaan di bidang kemanusiaan dan seni musik, sikapnya yang kemaren Walk Out (WO) bersama sejumlah alumi lainnya ketika Gubernur Anies Baswedan menyampaikan pidatonya dalam peringatan satu abad berdirinya Kolese Kanisius, sangat sangat disayangkan. Acara ini dihelat di hari Sabtu (11/11/2017) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Alasannya, ia menganggap Anis Baswedan adalah sosok yang memiliki nilai-nilai dan integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan dahulu kepadanya dan teman-temannya di Kanisius. Ia menjelaskan lebih lanjut pidatonya di acara tersebut, sebagaimana dimuat sej
    Read More
  • 13

    Nov

    Apakah Tersangka Kasus e-KTP akan Kembali Menunjukkan Kesaktiannya?

    Kasus e-KTP sepertinya akan terus mengejar salah seorang petinggi partai Golkar. Walaupun di praperadilan, status tersangkanya sudah dinyatakan tidak sah. Namun, pada  Senin (6/11/2017), ia kembali terjadi tersangka dalam kasus yang sama. KPK seakan-akan tidak mau menyerah untuk tetap melangkah menyelesaikan kasus yang satu ini. Walaupun mungkin banyak pihak yang berusaha menghadang. Menegakkan keadilan adalah sebuah keharusan dalam hukum dan kehidupan bernegara. Jikalau hukum sudah diabaikan, maka kehancuran sudah berada di hadapan mata. Keadilan itu adalah sebuah kelaziman. Tidak ada bedanya antara yang kaya dengan yang miskin, yang pejabat maupun yang rakyat. Semuanya sama. Keadilan adalah ruh. Ia harus bersikap objektif, bukan subjektif. Jikalau hukum berlaku subjektif, maka ia
    Read More

Search