• 17

    Aug

    Merdeka itu Semu Jikalau Koruptor Merajalela, Hutang Negara Bertambah

    Merdeka… Merdeka… Merdeka… Usia Bangsa Indonesia sudah memasuki 72 Tahun. Usia yang tidak muda lagi. Usia matang. Di usia ini, seharusnya kita sudah bisa tegak di kaki sendiri, menjadi teladan bagi bangsa-bangsa yang masih muda, bangsa-bangsa yang baru saja Merdeka. Seharusnya, kita sudah menjadi bangsa yang memiliki pendanaan yang besar dan ekonomi yang kuat sehingga bisa memberikan bantuan dan pinjaman kepada yang lainnya. Dan itu tidak mustahil. Sebab, negara kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Jikalau diolah dengan baik, tidak ada ceritanya ada orang miskin dan kelaparan di Indonesia ini. Nyatanya… Indonesia kadangkala bagaikan ayam di atas padi mati kelaparan, itik di air mati kehausan. Sumber Daya kita besar, namun karena tidak diolah dengan b
    Read More
  • 11

    Aug

    Merdeka itu, Ketika Tidak ada Klaim Paling Pancasila, Paling Indonesia

    Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 sudah di depan mata. Dan usia yang sudah berada di angka 70 itu, bukanlah angka yang muda lagi. Sudah memasuki usia dewasa. Namun kenapa di usia yang seharusnya sudah sedemikian matang, kita masih saja “galau” dengan identitas kebangsaan kita. Seharusnya, kita sudah bisa menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara ini dengan baik, dengan asas Pancasila dan UUD 1945 tanpa harus gembar-gembor sana-sini: “Saya Paling Pancasila” atau “Saya Paling Indonesia”. Penegasan identitas itu menunjukkan adanya masalah di dalam diri kita. Lha, selama ini kita tidak harus gembar-gembor seperti itu, kita berjalan aman dan damai, tentram dan adem. Malah, kata-kata yang seolah-olah mengklaim itu, mengandung makna-makna yang b
    Read More
  • 30

    May

    Di Bulan Ramadhan, Imam Syafii Khatam al-Quran 60 Kali, Anda?

    Bulan Ramadhan adalah Bulan al-Quran. Sebab, Allah SWT menurunkan al-Quran pertama kalinya kepada Nabi Saw di bulan Ramadhan. Dan biasanya, setiap bulan Ramadhan, Malaikat Jibril menghampiri Nabi Muhammad Saw untuk mengulang hafalan Nabi Saw terhadap wahyu-wahyu yang sudah diterimanya. Maka pertanyaannya, sudahkah Anda memanfaatkan bulan ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dengan banyak membaca al-Quran dan mengkhatamkannya? Jikalau kita melihat para ulama terdahulu, maka kita akan mendapati bahwa kita begitu jauh dari mereka. Al-Aswad bi Yazid, di bulan Ramadhan, ia mampu mengkhatamkan al-Quran sekali dalam dua malam. Ibrahim al-Nakh’i, jikalau di bulan Ramadhan, maka ia mampu khatam al-Quran setiap 10 hari. Qatadah bisa khatam di bulan Ramadhan sekali dalam seminggu. Dan lebih he
    Read More
  • 24

    May

    Lapar Mata Lebih Dahsyat dari Lapar Perut, Menjadi Pangkal Korupsi

    Perut yang kelaparan adalah salah satu pangkal kriminal di dunia ini. Makanya, Ali bin Abi THalib menjelaskan bahwa hampir saja kefakiran itu menyebabkan kekufuran. Padahal, Ali bin ABi Thalib itu dikenal sebagai sosok yang hidup sangat sederhana sekali. Bahkan di kalangan sufi, beliau dikenal dengan nama Taj al-Arifin, mahkotanya orang-orang yang bijaksana. Beliau hidup fakir, namu beliau tidak suka dengan kefakiran. Bagaimanapun kefakiran akan menyebabkan seseorang mudah melakukan kriminal dan kejahatan. Perut yang kelaparan, obatnya sebenarnya mudah. Hanya membutuhkan sesuap dua suap nasi atau makanan, maka ia akan menjinak. Tidak liar lagi. Dan perut yang kelaparan ini hanya akan menimpa orang-orang yang malas bekerja. Andai saja ia mau berjalan kesana dan kesini mencari yang membut
    Read More
- Next

Search